Selasa, 23 April 2013

Kehamilan Sugar Glider

Sugar glider pertamaku sedang hamil untuk ketiga kalinya. Yang pertama anaknya 1, yang kedua anaknya 2, yang ketiga belum tau hehehehe. Sebenarnya SG dirumah itu tidak direncanakan untuk dikawinkan tapi alhasil sudah 1,5 tahun malah melahirkan terus dan semuanya tetap tinggal 1 kandang. Biasanya gw taunya kl hamil itu kalo perutnya udh agak jendol dan baru tau kalo udh melahirkan itu kalo sudah keliatan ekor yang menyembul dari perut ibunya. Bayi SG itu lucu dan mungil banget, tapi karena sering hamil jadi sekarang bingung mau namain siapa hehehehehe yang jelas anak-anaknya lebih friendly dr orangtuanya.

Senin, 22 Oktober 2012

My Sugar Glider First Barking

Setelah cukup lama memelihara Sugar Glider (hampir 1 tahun) akhirnya gw mendengar juga Gonggongan/Barking perdana Sugar Glider hehehehehe. Begini ceritanya: biasanya setiap pulang kerja pasti semua SG aq absen Boni, Belo, Babe, Loli & Lilo dan sedikit elus2 dari luar kandang, nah berhubung pas minggu kemarin  pulang lampu mati alhasil absen agak lupa dan nggak dimainin juga secara nunggu lampu nyala dulu sehingga aq & suami asik aja mainin HP trus tiba2 suami bilang "suara apa tuh?" sambil qta b2 pasang kuping baru sadar ehh barking si SG pas diintip2 ternyata itu barking si babe anak dari pasangan SG pertama gw(meski orangtua si babe belum juga bisa bonding :(. ) . Dia gelayutan didepan pintu kandang sambil menggonggong ...duh lucunya...(mungkin dia pikir, ini sudah pada pulang kok gw nggak diajak main yah hehehe ) berhubung babe sudah bonding (setiap hari dipegang dan diajak main) makanya pas pintu kandang dibuka dia langsung diam dan pas tangan masuk kedlm langsung deh dia loncat ke tangan, setelah kelar main dan dimasukin ke kandang babe udah nggan menggonggong lagi . Ternyata barking SG itu lucu dan suaranya memang tidak keras, pengalam aq itu menunjukkan barking yang mengajak bermain hehehehe. 

Jumat, 07 September 2012

Melatih Sugar Glider

Sudah 3 hari berturut-turut mencoba membau tangankan ato menjinakan Sugar Glider gw yang bernama Boni. Sebenarnya sudah hampir setengah tahun gw punya sepasang Sugar Glider yg diberi nama Boni & Belo, tapi blm ada keberanian utk memegangnya paling cuma dielus2 di kandang. Tapi karena dari mereka timbul bibit cinta hehehe akhirnya belo melahirkan anak yg diberi nama Babe. Dan memang sudah bertekad untuk melatih anak mereka alhasil si Babe sudah jinak, oleh karena itu termotivasi lah utk menjinakkan orangtuanya dimulai dari Boni sang ayah. Ternyata tangan gw digigit2 & dicakar tapi gigitan mereka tidak terlalu sakit kok cm kaya dicubit tapi karena berkali2 yah sakit juga hehehe dan kecakar karena kukunya emang tajam. Hari pertama dipegang intensitas gigitnya tiada henti, hari kedua dan ketiga agak sedikit berkurang, dan semoga hari2 berikutnya Boni sudah bisa terbiasa sama gw. Jika Boni sudah jinak maka target berikutnya adalah sang ibu si Belo.


Senin, 13 Februari 2012

Boni & Belo = Sugar Glider

Seminggu yang lalu nambah lagi deh penghuni rumah :) yaitu sepasang sugar glider yang gw kasi nama Boni & Belo (Belo untuk yang cewe karna mata SG itu gede dan Boni untuk yang cowo coz kalo yang laki di kepalanya kaya agak botak plus pitak hehehe). Dan mereka itu lucu banget tapi masih belon bisa dipegang tangan.
Cari tau sedikit tentang SG ternyata SG itu mempunyai nama ilmiah Petaurus Breviceps berasal dari negara di Asia (Indonesia, Australia, Papua New Nugini).
Makanan mereka juga nggak terlalu ribet sambil masih mencoba macem2 buah sih biar tau mana yang mereka suka, si boni & belo biasanya makan bubur bayi (rasa beras merah & pisang), apel dan jangkrik.
Yang paling doyan makan kl SG gw tuh si Boni, dia berani nyamperin kalo dikasi jangkrik sama roti tawar hehehehe kalau si belo masih agak takut2. Pertama mau coba megang eh si Belo keluarin suara cukup nyaring jadi bikin gw takut dan batal lah mencoba megang mereka, saat2 ini sih cuma bisa elus2 mereka di kandangnya aja biar mereka terbiasa sama bau gw

Rabu, 08 Februari 2012

Si Landak Mini Kutuan

Huhuuhuhuhuuuu.... landak miniku kutuan argghhhhhh jadi sebel, jadi parno (alias jadi merasa gatel2 hehehehe).

Ketahuan si landak punya piaran sendiri alias si kutu gara2 pas hari minggu kemarin gw & suami ngerasa udah waktunya nih beberapa dari para duri mandi alias udah dekil sama gimbal. Target yang dimandikan ada 3 yaitu si Putih, Cemong dan si Bibi. Isi bak...semprot2 pake selang...sikat2 pake shampoo baby dan akhirnya ngeringin diempok2 pake lap kering sambil dianginin dan dijemur. Kan mandiinnya satu-satu, saat terakhir adalah si Bibi karena dia yang paling terakhir jadi ngeringin dan menjemurnya bisa agak lamaan, cara menjemurnya juga cuma dipegang di tangan sambil nyari matahari ehhhh tiba2 kok gw ngeliat di tangan gw ada banyak titik putih2 kecil pertama gw pikir ah paling juga ketombenya kali yah trus kok lama2 kayanya tuh titik2 putih kayanya gerak2 deh ehhh pas diliat ternyata itu Kutuuuuuuu Oh Noooooo !!!!!!!!!

Jadi demi memerangi si kutu tar kudu di mandiin seminggu sekali plus pake semprotan anti kutu plus ganti serbuk kayunya seminggu sekali. Awas aja nih kalo si kutu kg pada pergi (kan gw geli qiqiqiqiqiqi)

Speak now or never speak 4ever

Berani bicara atau berani mengutarakan pendapat sepertinya masih membuat tenggorokan menjadi kering karena seringkali seseorang itu tidak berani dikarenakan takut atas konsekuensi dari kejujuran diri.
Di dunia kerja acapkali menemukan orang yang berani bicara di belakang atau kerjanya hanya mengeluh tentang situasi pekerjaan tetapi saat diajak untuk sharing malah melempem hehehehe karena takut nantinya saat bicara akan mendapatkan penilaian yang miring atau bahkan dicap provokator oleh bos.
Berani bicara menurut gw bukanlah hal yang salah asal ada landasannya, berani bicara pun tidak identik dengan kesan yang negatif. Berani bicara itu buat gw merupakan suatu kejujuran diri. karena menjalani kehidupan dengan modal jujur itu susah susah gampang hehehehehe. Saat kita bicara mengungkapkan segala hal kan bukan berarti pendapat kita pasti langsung diterima karena memang suatu keputusan kembali lagi ke atasan kita tetapi setidaknya kita sudah berusaha untuk mengeluarkan isi hati kita.
Terkadang memang membingungkan kalau ada orang yang bicara malah mendapatkan kesan yang jelek atau pelabelan yang negatif....padahal orang itu hanya sharing saja tidak menuntut karena mungkin berprinsip didenger/diterima syukur kalo nggak yah sudah yang penting sudah berusaha :) kan usaha tidak ada salahnya.
Intinya setelah ngalur kidul menurut gw adalah tidak ada salahnya kita untuk mengutarakan pendapat yang ada landasannya atau yang bisa di pertanggung jawabkan. Tidak berani bicara yah sudah kita terima semuanya tanpa penyesalan dan tidak mengalami perubahan, karena tidak selamanya diam itu adalah emas.

Kamis, 12 Januari 2012

Pernikahan


Baru sekali gw masuk ke pengadilan agama karena membantu seseorang untuk menjadi saksi perceraiannya, pertama gw mikirnya pasti di pengadilan ini sepi dan kaga pake antri lama seperti di PN ehh ternyataaaa PA itu ramai yah banyak juga yang ngurusin perceraian. Melihat perceraian sebenarnya agak sedih karena itu suatu perpisahan dan jadi bertanya2 kenapa harus menikah kalau jadinya berpisah atau segampang itukan memutuskan untuk menikah atau berpisah (memang yang mengetahui bahtera rumah tangga adalah pasangan itu sendiri dan gw nggak bisa menjudge, gw hanya memberikan penilaian secara umum saja).

Apa sih arti pernikahan?

Pernikahan adalah proses dimana dua orang yang saling mencintai membuat hubungan mereka publik, resmi, dan permanen.(http://www.psychologytoday.com/basics/marriage). Pernikahan atau adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial (http://id.wikipedia.org/wiki/Pernikahan).
"Definisi pernikahan menurut gw adalah momen awal dari 2 pribadi menjadi 1 yang dipenuhi oleh rasa cinta, kasih sayang, perhatian, saling menghargai dan memotivasi serta saling melengkapi kekurangan maupun kelebihan dari pasangannya secara sah dan sekali seumur hidup hingga maut memisahkan"

Jangan mudah memutuskan untuk menikah. Lama atau sebentarnya waktu berpacaran juga bukan menjadi jaminan untuk menikah karena menurut gw yang paling penting adalah diri kita karena kita yang menjalaninya bukan orang lain. Kita harus mempunyai keyakinan terlebih dahulu terhadap pasangan kita (bukan hanya dari cinta saja)...apakah dia yang terbaik untuk kita? Saat gw memutuskan untuk menikah gw sudah yakin dan mantap dengan pasangan gw karena menurut gw bersama dia, gw bisa menjadi diri sendiri dan dia bisa menjadi sosok apa saja di mata gw (sebagai kekasih, ayah, saudara bahkan teman). Menikah itu juga bukan antara kita dengan pasangan tetapi juga dengan anggota keluarga yang lain karena keluarganya pun akan menjadi keluarga kita begitupun sebaliknya.

Suatu perbedaan itu juga bukan merupakan masalah kecuali kita yang membuatnya menjadi masalah :). Tinggal bagaimana caranya kita membuat perbedaan itu menjadi indah atau menjadi tidak ada bedanya. Saat memutuskan untuk menikah pun, kalau kita hanya melihatnya saat ini yah pasti indah2 semua karena sedang mabok cinta hehehehe tapi kita juga harus memandang jauh kedepan karena waktu kan seperti roda kadang diatas kadang dibawah.